Share Content

Qalbu Mengeras Karena Jauh Dari Allah

Senin, 31 Agustus 2009 10:35 WIB
oleh Hanny Suhaeni


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Maka celakalah bagi mereka yg keras qalbu dari berdzikir kepada Allah. Mereka berada dlm kesesatan yg nyata.”



Tidaklah Allah memberikan hukuman yg lbh besar kepada seorang hamba selain dari keras qalbu dan jauh dari Allah subhanahu wa ta’ala. An-Naar adl diciptakan utk melunakkan qalbu yg keras. Qalbu yg paling jauh dari Allah adalah qalbu yg keras dan jika qalbu sudah keras mata pun terasa gersang. Qalbu yg keras ditimbulkan oleh empat hal yg dilakukan melebihi kebutuhan: makan tidur bicara dan pergaulan.



Sebagaimana jasmani jika dlm keadaan sakit tdk akan bermanfaat bagi makanan dan minuman demikian pula qalbu jika terjangkiti penyakit-penyakit hawa nafsu dan keinginan-keinginan jiwa mk tdk akan mempan pada nasehat.



Barangsiapa hendak mensucikan qalbu mk ia harus mengutamakan Allah dibanding keinginan dan nafsu jiwanya.

Karena qalbu yg tergantung dgn hawa nafsu akan tertutup dari Allah subhanahu wa ta’ala sekadar tergantung jiwa dgn hawa nafsunya.

Banyak orang menyibukkan qalbu dgn gemerlap dunia. Seandai mereka sibukkan dgn mengingat Allah subhanahu wa ta’ala dan negeri akhirat tentu qalbu akan berkelana mengarungi makna-makna Kalamullah dan ayat-ayat-Nya yg nampak ini dan ia pun akan menuai hikmah-hikmah yg langka dan faedah-faedah yg indah. Jika qalbu disuapi dgn berdzikir dan disirami dgn berfikir serta dibersihkan dari kerusakan ia pasti akan melihat keajaiban dan diilhami hikmah.



Tidak tiap orang yg berhias dgn ilmu dan hikmah serta memegangi akan masuk dlm golongannya. Kecuali jika mereka menghidupkan qalbu dan mematikan hawa nafsunya.



Adapun mereka yg membunuh qalbu dgn menghidupkan hawa nafsu mk tdk akan muncul hikmah dari lisannya.

Rapuh qalbu adl krn lalai dan merasa aman sedang makmur qalbu krn dan dzikir. mk jika sebuahtakut kepada Allah subhanahu wa ta’ala qalbu merasa zuhud dari hidangan-hidangan dunia dia akan duduk menghadap hidangan-hidangan akhirat. Sebalik jika ia ridha dgn hidangan-hidangan dunia ia akan terlewatkan dari hidangan akhirat.



Kerinduan bertemu Allah subhanahu wa ta’ala adl angin semilir yg menerpa qalbu membuat sejuk dgn menjauhi gemerlap dunia. Siapapun yg menempatkan qalbu disisi Rabb- ia akan merasa tenang dan tentram. Dan siapapun yg melepaskan qalbu di antara manusia ia akan semakin gundah gulana



Ingatlah! Kecintaan terhadap Allah tidaklah akan masuk ke dlm qalbu yg mencintai dunia kecuali seperti masuk unta ke lubang jarum .

Jika Allah subhanahu wa ta’ala cinta kepada seorang hamba mk Allah subhanahu wa ta’ala akan memilih dia utk diri-Nya sebagai tempat pemberian ni’mat-ni’mat-Nya dan Ia akan memilih di antara hamba-hamba-Nya sehingga hamba itu pun akan menyibukkan harapan hanya kepada Allah. Lisan senantiasa basah dgn berdzikir kepada-Nya anggota badan selalu dipakai utk berkhidmat kepada-Nya.



Qalbu bisa sakit sebagaimana sakit jasmani dan kesembuhan adl dgn bertaubat. Qalbu pun bisa berkarat sebagaimana cermin dan cemerlang adl dgn berdzikir. Qalbu bisa pula telanjang sebagaimana badan dan pakaian keindahan adl taqwa. Qalbu pun bisa lapar dan dahaga sebagaimana badan mk makanan dan minuman adl mengenal Allah subhanahu wa ta’ala cinta tawakkal bertaubat dan berkhidmat untuk NYA.



Qomar Suaidi Lc



Komentar

Awal Sebelumnya Selanjutnya Akhir

Gabung Jadi Santri
Segeralah bergabung dan temukan sahabat anda sesama santri untuk bersilaturahmi.









 
Dari Blog Santri
Hai Dunia
Ini adalah postingan pertamaku saat bergabung bersama MediaSantri Blog.Kedepan InsyaAllah saya akan coba terus menulis di blog tercinta saya ini
Alarm Radikalisme dari Mimbar Masjid
Perburuan terhadap jejaring teroris memasuki babak baru. Seminggu setelah ditahan atas dugaan terlibat dalam pendanaan terorisme, Muhammad Ricky Ardhan alias
Apakah pantas untuk direnungkan?
Apakah orang lain akan merasa kehilangan kita bila kita tidak hadir? Apakah orang lain akan menyesali kematian kita yang dirasa begitu
Santri Baru
Ahmad Fawaid Sjadzili
Riyanto
Izzul A’la
alie
dewia
aziz hidayat
soleh aminudin
H. Deden Sonhazie
Choerudin
Ahmad
Testing Account
Ifdhol Furaihan