Jika Tuhan Menjatuhkan Batu
Minggu, 31 Januari 2010 23:26 WIBoleh zaenal arifin
Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu hari harus menyampaikan pesan penting kepada teman yang ada dibawahnya. Pekerja itu berteriak-teriak tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.
Oleh karena itu, untuk menarik perhatian orang yang ada dibawahnya, ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun memperoleh hasil yang sama.
Tiba-tiba ia mendapat ide. Ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena sakit temannya mengadah ke atas. Sekarang, pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.
Tuhan kadang menggunakan pengalaman-pengalaman yang menyakitkan untuk membuat kita mengadah kepada-NYA. Seringkali Tuhan memberi berkat, tetapi itu tidak cukup membuat kita mengadah kepada-NYA.
Karena itu, memang lebih tepat jika Tuhan menjatuhkan " batu " kepada kita....................
Ini adalah postingan pertamaku saat bergabung bersama MediaSantri Blog.Kedepan InsyaAllah saya akan coba terus menulis di blog tercinta saya ini
Perburuan terhadap jejaring teroris memasuki babak baru. Seminggu setelah ditahan atas dugaan terlibat dalam pendanaan terorisme, Muhammad Ricky Ardhan alias
Apakah orang lain akan merasa kehilangan kita bila kita tidak hadir? Apakah orang lain akan menyesali kematian kita yang dirasa begitu





