Sajak Gadis Berambut Gelombang

Iklan Semua Halaman

Sajak Gadis Berambut Gelombang

Jumat, 28 Februari 2020

Ilustrasi Latif Fianto. (File/Dokpri)

Mari berdiskusi
tentang seorang gadis berambut glombang
air matanya menganak sungai di gang-gang waktu
bila matanya yang bulan bengkak
jangan ditanya mengapa
karena semalaman ia menemani kesunyian


Mari berdiskusi
tentang seorang gadis berbibir rubi
tapi, hampir tak ada yang mau mengerti
bila ia enggan kembali
jangan ditanya kenapa
karena ia ingin mendamaikan hati
yang setiap hari ditaburi duri


Mari berdiskusi
tentang seorang gadis baik hati
sayang, hatinya selalu nanar dan perih
karena seseorang tidak sempat menjaganya setiap hari


Tapi, mari kita ajak ia tersenyum
biar esok hari matahari tak enggan tuk berbagi (*)

*Latif Fianto, lahir di Sumenep. Penikmat karya sastra dan buku-buku sejarah, budaya serta filsafat.