Omzet Komunitas Bisnis Pandawa di Sumenep Tembus Rp 400 Juta Lebih Selama Ramadan

Iklan Semua Halaman

Omzet Komunitas Bisnis Pandawa di Sumenep Tembus Rp 400 Juta Lebih Selama Ramadan

Senin, 10 Mei 2021

 

 

Sumenep, MediaSantri.com – Omzet penjualan komunitas Pandawa yang bergerak dalam pemasaran digital selama Ramadan tahun 2021/1442 H, tembus hingga Rp 400 juta lebih. Hal itu diungkapkan oleh koordinator komunitas, Ahmad Fairozi.

 

Menurutnya, omzet tersebut merupakan hasil kerja dari 8 anggota komunitas yang mengusung tagline #tabrakbatas. “Jadi, omzet itu berasal dari 8 anggota komunitas,” katanya, kepada MediaSantri.com, Senin, 10 Mei 2021.

 

Dijelaskan Rozi, panggilan akrab Ahmad Fairozi, pemasaran digital yang dilakukan oleh anggota komunitasnya adalah dengan berpartisipasi dalam program marketplace yang beroperasi secara resmi di Indonesia. Menurut dia, marketplace dimaksud yakni Shopee.

 

“Seperti kita tahu, Shopee adalah salah satu marketplace yang memiliki segmen pasar besar di Indonesia. Apalagi, Shopee saat ini gencar mempromosikan program ekspor,” ungkapnya.

 

Dijabarkan Rozi, komunitas Pandawa sukses menyelesaikan sebanyak 4.680 transaksi selama 25 hari berjualan di bulan Ramadan. Dengan rata-rata 187 transaksi setiap harinya.

 

“Jika ditotal, laba bersih yang didapatkan ada di angka Rp 100 juta lebih,” paparnya.

 

Namun demikian, dari 8 anggota yang turut jadi suksesor, hanya 3 anggota yang angka penjualannya terbilang tinggi. Sementara 5 anggota lainnya masih kategori rendah. Selain itu, angka penjualan ekspor yang diterima juga masih terbilang sedikit.

 

“Rata-rata, dari 187 transaksi, hanya 1-2 transaksi per hari yang dikirim ke Luar Negeri. Sementara sebagian besar merupakan pengiriman domestik,” jelasnya.

 

Ke depan, tambah pengusaha muda ini, pihaknya akan menggenjot penjualan Luar Negeri yang digencarkan Shopee, sembari mengajak gabung pemuda desa lainnya untuk turut berpartisipasi mengangkat produk UMKM domestik memasarkan produknya ke Luar Negeri.

 

“Ini adalah peluang. Kita harus ambil kesempatan bagus ini. Sebab, hal ini juga bagian dari suskesi pemerintah yang menginginkan produk UMKM Go Internasional,” tandasnya. (ris/sal)